Halaman

Jumat, 01 Oktober 2010

Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman.as

Membaca judul
diatas, tentu
banyak orang yang
akan
mengernyitkan
dahi, sebagai tanda
ketidakpercayaannya.
Bahkan, mungkin
demikian pula
dengan Anda.
Sebab, Nabi
Sulaiman AS adalah
seorang utusan
Allah yang
diberikan
keistimewaan
dengan
kemampuannya
menaklukkan
seluruh makhluk
ciptaan Allah,
termasuk angin
yang tunduk di
bawah
kekuasaannya atas
izin Allah. Bahkan,
burung dan jin
selalu mematuhi
perintah Sulaiman.
Menurut Sami bin
Abdullah al-
Maghluts, dalam
bukunya Atlas
Sejarah Nabi dan
Rasul, Nabi
Sulaiman
diperkirakan hidup
pada abad ke-9
Sebelum Masehi
(989-931 SM), atau
sekitar 3.000 tahun
yang lalu.
Sementara itu,
Candi Borobudur
sebagaimana
tertulis dalam
berbagai buku
sejarah nasional,
didirikan oleh
Dinasti Syailendra
pada akhir abad
ke-8 Masehi atau
sekitar 1.200 tahun
yang lalu. Karena
itu, wajarlah bila
banyak orang yang
mungkin tertawa
kecut, geli, dan
geleng-geleng
kepala bila
disebutkan bahwa
Candi Borobudur
didirikan oleh Nabi
Sulaiman AS.
Candi Borobudur
merupakan candi
Budha. Berdekatan
dengan Candi
Borobudur adalah
Candi Pawon dan
Candi Mendut.
Beberapa kilometer
dari Candi
Borobudur,
terdapat Candi
Prambanan, Candi
Kalasan, Candi Sari,
Candi Plaosan, dan
lainnya. Candi-
candi di dekat
Prambanan ini
merupakan candi
Buddha yang
didirikan sekitar
tahun 772 dan 778
Masehi.
Lalu, apa
hubungannya
dengan Sulaiman?
Benarkah Candi
Borobudur
merupakan
peninggalan Nabi
Sulaiman yang
hebat dan agung
itu? Apa bukti-
buktinya?
Benarkah ada
jejak-jejak Islam di
candi Buddha
terbesar itu? Tentu
perlu penelitian
yang komprehensif
dan melibatkan
berbagai pihak
untuk
membuktikan
validitas dan
kebenarannya.
Namun, bila
pertanyaan di atas
diajukan kepada KH
Fahmi Basya, ahli
matematika Islam
itu akan
menjawabnya;
benar. Borobudur
merupakan
peninggalan Nabi
Sulaiman yang ada
di tanah Jawa.
Dalam bukunya,
Matematika Islam 3
(Republika, 2009),
KH Fahmi Basya
menyebutkan
beberapa ciri-ciri
Candi Borobudur
yang menjadi bukti
sebagai
peninggalan putra
Nabi Daud tersebut.
Di antaranya, hutan
atau negeri Saba,
makna Saba, nama
Sulaiman, buah
maja yang pahit,
dipindahkannya
istana Ratu Saba ke
wilayah kekuasaan
Nabi Sulaiman,
bangunan yang
tidak terselesaikan
oleh para jin,
tempat
berkumpulnya Ratu
Saba, dan lainnya.
Dalam Alquran,
kisah Nabi
Sulaiman dan Ratu
Saba disebutkan
dalam surah An-
Naml [27]: 15-44,
Saba [34]: 12-16,
al-Anbiya [21]:
78-81, dan lainnya.
Tentu saja, banyak
yang tidak percaya
bila Borobudur
merupakan
peninggalan
Sulaiman.
Di antara
alasannya, karena
Sulaiman hidup
pada abad ke-10
SM, sedangkan
Borobudur
dibangun pada
abad ke-8 Masehi.
Kemudian, menurut
banyak pihak,
peristiwa dan kisah
Sulaiman itu terjadi
di wilayah
Palestina, dan Saba
di Yaman Selatan,
sedangkan
Borobudur di
Indonesia.
Tentu saja hal ini
menimbulkan
penasaran. Apalagi,
KH Fahmi Basya
menunjukkan
bukti-buktinya
berdasarkan
keterangan
Alquran. Lalu, apa
bukti sahih andai
Borobudur
merupakan
peninggalan
Sulaiman atau
bangunan yang
pembuatannya
merupakan
perintah Sulaiman?
Menurut Fahmi
Basya, dan seperti
yang penulis lihat
melalui relief-relief
yang ada, memang
terdapat beberapa
simbol, yang
mengesankan dan
identik dengan
kisah Sulaiman dan
Ratu Saba,
sebagaimana
keterangan
Alquran. Pertama
adalah tentang
tabut, yaitu sebuah
kotak atau peti
yang berisi warisan
Nabi Daud AS
kepada Sulaiman.
Konon, di dalamnya
terdapat kitab
Zabur, Taurat, dan
Tingkat Musa, serta
memberikan
ketenangan. Pada
relief yang
terdapat di
Borobudur, tampak
peti atau tabut itu
dijaga oleh
seseorang.
“Dan Nabi mereka
mengatakan
kepada mereka:
‘ Sesungguhnya
tanda ia akan
menjadi raja, ialah
kembalinya tabut
kepadamu, di
dalamnya terdapat
ketenangan dari
Tuhanmu dan sisa
dari peninggalan
keluarga Musa dan
keluarga Harun;
tabut itu dibawa
malaikat.
Sesungguhnya
pada yang
demikian itu
terdapat tanda
bagimu, jika kamu
orang yang
beriman’.” (QS
Al-Baqarah [2]: 248)
.
Kedua, pekerjaan
jin yang tidak
selesai ketika
mengetahui
Sulaiman telah
wafat. (QS Saba
[34]: 14). Saat
mengetahui
Sulaiman wafat,
para jin pun
menghentikan
pekerjaannya. Di
Borobudur,
terdapat patung
yang belum tuntas
diselesaikan.
Patung itu disebut
dengan Unfinished
Solomon.
Ketiga, para jin
diperintahkan
membangun
gedung yang tinggi
dan membuat
patung-patung. (QS
Saba [34]: 13).
Seperti diketahui,
banyak patung
Buddha yang ada di
Borobudur.
Sedangkan gedung
atau bangunan
yang tinggi itu
adalah Candi
Prambanan.
Keempat, Sulaiman
berbicara dengan
burung-burung dan
hewan-hewan. (QS
An-Naml [27]:
20-22). Reliefnya
juga ada. Bahkan,
sejumlah frame
relief Borobudur
bermotifkan bunga
dan burung.
Terdapat pula
sejumlah relief
hewan lain, seperti
gajah, kuda, babi,
anjing, monyet, dan
lainnya.
Kelima, kisah Ratu
Saba dan
rakyatnya yang
menyembah
matahari dan
bersujud kepada
sesama manusia.
(QS An-Naml [27]:
22). Menurut Fahmi
Basya, Saba artinya
berkumpul atau
tempat berkumpul.
Ungkapan burung
Hud-hud tentang
Saba, karena
burung tidak
mengetahui nama
daerah itu.
“Jangankan
burung, manusia
saja ketika berada
di atas pesawat,
tidak akan tahu
nama sebuah kota
atau negeri, ”
katanya
menjelaskan.
Ditambahkan
Fahmi Basya,
tempat
berkumpulnya
manusia itu adalah
di Candi Ratu Boko
yang terletak
sekitar 36
kilometer dari
Borobudur. Jarak
ini juga
memungkinkan
burung menempuh
perjalanan dalam
sekali terbang.
Keenam, Saba ada
di Indonesia, yakni
Wonosobo. Dalam
Alquran, wilayah
Saba ditumbuhi
pohon yang sangat
banyak. (QS Saba
[34]: 15). Dalam
kamus bahasa
Jawi Kuno, yang
disusun oleh Dr
Maharsi, kata
‘Wana’
bermakna hutan.
Jadi, menurut
Fahmi, wana saba
atau Wonosobo
adalah hutan Saba.
Ketujuh, buah
‘ maja’ yang
pahit. Ketika banjir
besar (Sail al-Arim)
menimpa wilayah
Saba, pepohonan
yang ada di
sekitarnya menjadi
pahit sebagai azab
Allah kepada
orang-orang yang
mendustakan ayat-
ayat-Nya.
“ Tetapi, mereka
berpaling maka
Kami datangkan
kepada mereka
banjir yang besar
[1236] dan Kami
ganti kedua kebun
mereka dengan
dua kebun yang
ditumbuhi (pohon-
pohon) yang
berbuah pahit,
pohon Atsl dan
sedikit dari pohon
Sidr. ” (QS Saba
[34]: 16).
Kedelapan, nama
Sulaiman
menunjukkan
sebagai nama
orang Jawa.
Awalan kata
‘su’merupakan
nama-nama Jawa.
Dan, Sulaiman
adalah satu-
satunya nabi dan
rasul yang 25
orang, yang
namanya
berawalan ‘Su’.
Kesembilan,
Sulaiman berkirim
surat kepada Ratu
Saba melalui
burung Hud-hud.
“ Pergilah kamu
dengan membawa
suratku ini. ” (QS
An-Naml [27]: 28).
Menurut Fahmi,
surat itu ditulis di
atas pelat emas
sebagai bentuk
kekayaan Nabi
Sulaiman.
Ditambahkannya,
surat itu ditemukan
di sebuah kolam di
Candi Ratu Boko.
Kesepuluh,
bangunan yang
tinggal sedikit
(Sidrin qalil). Lihat
surah Saba [34] 16).
Bangunan yang
tinggal sedikit itu
adalah wilayah
Candi Ratu Boko.
Dan di sana
terdapat sejumlah
stupa yang tinggal
sedikit. “Ini
membuktikan
bahwa Istana Ratu
Boko adalah istana
Ratu Saba yang
dipindahkan atas
perintah
Sulaiman,” kata
Fahmi
menegaskan.
Selain bukti-bukti
di atas, kata Fahmi,
masih banyak lagi
bukti lainnya yang
menunjukkan
bahwa kisah Ratu
Saba dan Sulaiman
terjadi di Indonesia.
Seperti terjadinya
angin Muson yang
bertiup dari Asia
dan Australia (QS
Saba [34]: 12),
kisah istana yang
hilang atau
dipindahkan, dialog
Ratu Bilqis dengan
para pembesarnya
ketika menerima
surat Sulaiman (QS
An-Naml [27]: 32),
nama Kabupaten
Sleman, Kecamatan
Salaman, Desa
Salam, dan lainnya.
Dengan bukti-bukti
di atas, Fahmi
Basya meyakini
bahwa Borobudur
merupakan
peninggalan
Sulaiman.
Bagaimana dengan
pembaca? Hanya
Allah yang
mengetahuinya.
Wallahu A’lam.
Red: Budi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar